Baliho Di Acara Pelantikan Prajurit TNI/Polri Roboh

Baliho Roboh saat Acara Pelantikan di Surabaya

Dua baliho raksasa bergambar Presiden SBY, Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono, dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo tumbang akibat dihantam hujan dan angin kencang. Prajurit TNI pun sibuk untuk merapihkan baliho tersebut.

Kejadian ini terjadi di Akademi Angkatan Laut (AAL), Wilayah Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7/2013). Acaranya adalah pelantikan 735 perwira TNI/Polri yang dihadiri presiden, Panglima TNI, dan Kapolri.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB ini terpaksa diundur 30 menit. Belasan prajurit TNI langsung bahu membahu merapihkan kembali baliho tersebut.

"Petugas agar pohon trambesi dipotong saja," pinta petugas melalui pengeras suara.

Baliho pertama berisi foto Presiden SBY, Panglima TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jend Timur Pradopo. Sedangkan baliho berikutnya adalah gambar SBY saat menyematkan tanda kelulusan bagi perwira TNI/Polri.

Kencangnya angin membuat baliho gambar SBY yang tengah melantik perwira itu robohh sebagian. Tidak beberapa lama, bendera merah putih yang tengah berkibar juga turun bahkan hingga setengah tiang. Posisi bendera pun tidak lagi beraturan.

Puncak kejadian adalah saat baliho bergambar presiden, Panglima TNI dan Kapolri tumbang. Tiang-tiang penyangga tidak sanggup menahan terpaan angin kencang. Baliho itu pun akhirnya tidak terlihat lagi bentuknya.

Saat ini kedua baliho sudah tidak lagi terlihat. Petugas terpaksa meratakan baliho tersebut. Bagaimana dengan bendera merah putih? Setelah dua kali insiden pada bendera, merah putih kini tidak lagi dikibarkan.

Saat seluruh kejadian berlangsung, Presiden SBY belum tiba di lokasi. (Detikcom)

Karena SMS, Notaris Ini Terancam Di Bui 12 Tahun

Ilustrasi Foto
Dunia teknologi dari tahun ke tahun memang sangat pesat, berkomunikasi jarak jauh pun serasa dekat dengan adanya teknologi canggih. Salah satu yang banyak dipakai orang untuk berkomunikasi serta praktis dibawa kemana-mana adalah handphone.

Di handphone anda bisa mengirim pesan singkat, tapi janganlah sembarangan mengirim SMS ke seseorang dengan kalimat negatif, 
bisa jadi Short Message Service itu menyeret Anda ke meja hijau. Apalagi, UU ITE mengancam dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara!

Masih ingat dengan kasus Prita Mulyasari? ia dijerat dengan dengan kasus yang sama tentang UU ITE.

Hal ini juga dialami oleh seorang notaris senior bernama Anthon Wahjupramono (64) yang sebentar lagi akan duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Kabarnya, Anthon diseret ke meja hijau bermula dari kekesalannya terhadap mitra bisnisnya. Puncaknya, kekesalan itu membuat Anthon stres berat. Dalam kondisi tersebut, Anthon mengirimkan SMS terhadap rekannya yang berisi ungkapan kekesalan dan sumpah serapah pada Februari 2013. SMS inilah yang menjadikan Anthon berurusan dengan penyidik dan penyelidik.
"Ya, perkaranya sudah dilimpahkan ke PN kemarin dan akan segera digelar persidangan," kata kuasa hukum Anthon, Hotma Sitompoel, saat dihubungi detikcom, Selasa (2/7/2013).

Hotma menyatakan kliennya dijerat Pasal 29 jo Pasal 45 ayat 3 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pasal 29 tersebut menyebutkan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi. Nah bagi yang melakukan Pasal 29 maka akan dijerat Pasal 45 ayat 3 yang mengancam hukuman maksimal 12 tahun.

"Nanti saya akan berbicara di di persidangan, membeberkan bagaimana kasus ini sangat tidak layak disidangkan," ucap Hotma. (Detikcom)

Live Streaming Online JTV Surabaya

Live Streaming Online JTV Surabaya - JTV, merupakan stasiun televisi swasta yang berada di kota Surabaya, Jawa Timur. Nama JTV merupakan singkatan dari Jawa Pos Media Televisi, jadi jika sobat mengartikan JTV sebagai singkatan dari Jawa Timur TV berarti anda salah :D

JTV adalah televisi swasta regional pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar hingga saat ini. Jangkauan JTV meliputi hampir seluruh provinsi Jawa Timur secara terestrial, juga bisa diterima diseluruh Indonesia, dan juga bisa diterima di negara tetangga seperti: Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan sebagian Australia dengan parabola melalui satelit Telkom 1, dan fasilitas televisi berlangganan TelkomVision.
Logo JTV Terbaru - Live Streaming Online
Stasiun televisi JTV ini merupakan anggota jaringan JPMC dan dimiliki oleh Grup Jawa Pos, yang juga memiliki afiliasi surat kabar dan stasiun televisi di Indonesia seperti SBO TV (Surabaya TV), Malioboro TV (Yogyakarta), PJTV (Padjajaran TV) (Bandung), Semarang TV, Bogor TV, Jak TV (Jakarta) dan MKTV (Mahkamah Konstitusi Televisi) (Jakarta), PAL TV (Palembang), Padang TV (Padang), Jambi TV (Jambi), dan Jek TV (Jambi). Sedangkan biro JTV di Jawa Timur ada 7 yaitu Malang, Jember, Banyuwangi, Kediri, Madiun, Bojonegoro dan Madura. Dahlan Iskan (CEO Grup Jawa Pos) menargetkan JTV untuk melahirkan 20 TV lokal setiap tahunnya.

PROGRAM-PROGRAM JTV
Jatim Isuk, Jatim Awan, Dialog khusus, Pojok 7, Pojok Kampung, Berita Minggu, Warung VOA (Voice Of America), Pendopo Rakyat, J-Trax, GeRR, Sosok, Sore Hore, B CAK (Berita Kocak), Selebrita Selebriti, Stasiun Dangdut, Alternatif Jaga, Solusi Sehat, Senam Pokse, Super Wani, Kartolo, Cangkru'an, Ngetoprak, Oto-J, Dangdut ZR, Happy Holy Kids Muppet Show (kerjasama dengan Space Toon)


JTV Surabaya Live Streaming (klik tombol play untuk mulai)

PROGRAM TERBARU 2013 JTV
berikut ini acara terbaru dari jtv surabaya yang diupdate juni 2013
Resep'e Sarwan - Rabu - JumatPukul 23.30 - 00.30
Sawang Sinawang - Rabu - JumatPukul 23.30 - 00.30
Dibalik Sebuah Nama - Rabu - JumatPukul 23.30 - 00.30
Kartun Anak - Rabu - JumatPukul 23.30 - 00.30
Kaji Dangdut - Rabu - JumatPukul 23.30 - 00.30

Diduga Cemburu, TKW Dibunuh Suami Setelah Tiba dari Hongkong

Ilustrasi Pembunuhan
Diduga Cemburu, TKW Dibunuh Suami Setelah Tiba dari Hongkong - Warga Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung, digemparkan oleh sosok mayat perempuan yang terkubur dalam septic tank salah satu rumah warga, Rabu (26/6). Mayat tersebut diketahui sebagai Susanti, 34. Diduga, korban dibunuh Kawit, 40, yang tak lain adalah suaminya.

Kasus pembunuhan itu terkuak setelah pelaku menyerahkan diri ke Polsek Ngunut Rabu siang (26/7). Polisi langsung menahan pelaku dan menuju tempat kejadian perkara (TKP). Yakni, di rumah pelaku di Dusun Juranggandul, Desa Pulotondo.

Diduga, pelaku menghabisi nyawa korban karena cemburu. Itu terjadi setelah korban pulang dari Hongkong. Korban menjadi tenaga kerja wanita (TKW) selama tiga tahun.

Di TKP, petugas yang tiba bersama Tim Identifikasi Polres Tulungagung langsung membongkar septic tank milik pelaku yang menjadi tempat penguburan korban.

Tim identifikasi harus memindahkan kayu dan bebatuan yang menutup lubang septic tank tersebut. Tak pelak, bau menyengat langsung tercium ketika tim itu membuka lubang sedalam sekitar tiga meter tersebut.

Kondisi tubuh korban mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya dipenuhi ulat. Bahkan, bagian wajah tertutup kotoran di septic tank. Petugas identifikasi bersama tim medis RSUD dr Iskak sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban.

Sebab, selain dalam, bagian dasar septic tank dikhawatirkan ambles dan bisa membahayakan petugas. Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto membenarkan bahwa korban memang tewas dibunuh.

Dugaan sementara pelaku pembunuhan itu mengarah kepada suami korban. Indikasinya, ada laporan yang menyatakan pelaku menyerahkan diri. ""Ini kasus pembunuhan dan, diduga, suami korbanlah pelakunya. Namun, kami masih mendalami,"" ungkapnya.

Ketika ditanya terkait dengan cara pelaku membunuh korban, Whisnu enggan menjawab. ""Saat ini masih dalam proses penyelidikan,"" katanya.

Namun, berdasar informasi yang dihimpun wartawan Radar Tulungagung (JPNN Group), diduga, setelah dibunuh, tubuh korban dimasukkan ke septic tank. Selain itu, sejak korban pulang dari Hongkong, rumah tangga mereka kurang harmonis. Buktinya, korban dan pelaku sering cekcok.

Tapi, polisi belum berani mengatakan alasan pelaku yang tega menghabisi korban. ""Kami masih menyelidki. Belum jelas bagaimana pelaku membunuh korban dan apa motifnya. Bisa diduga cemburu atau faktor lain,"" ujar Whisnu yang terjun ke lokasi kejadian.

Terkait dengan penemuan mayat korban dalam septic tank, bapak tiga anak tersebut menjelaskan, itu dilakukan sebagai salah satu cara menghilangkan jejak. Namun, nyatanya, kasus tetap terbongkar. ""Mungkin saja seperti itu. Kami menunggu hasil penyidikan. Yang jelas, saat ini pelaku sudah ditahan,"" paparnya. (wen/and/jpnn) jpnn.com